Para jamaah tampak khusyuk memenuhi area halaman yang berada di depan Masjid Al Ittihad . Pelaksanaan ibadah yang dimulai tepat pukul 07.00 pagi ini dipimpin oleh Ustadz Kaumin yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
[Surabaya] — Di tengah musim kemarau panjang yang sedang melahirkan berbagai tantangan, civitas akademika sekolah melaksanakan kegiatan keagamaan berupa Shalat Istisqa (shalat minta hujan) secara berjemaah. Kegiatan khidmat ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi tingkat SD, SMP, bapak/ibu guru, serta karyawan sekolah di halaman sekolah.
Para jamaah tampak khusyuk memenuhi area halaman yang berada di depan Masjid Al Ittihad. Pelaksanaan ibadah yang dimulai tepat pukul 07.00 pagi ini dipimpin oleh Ustadz Kaumin yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khotbahnya, Ustadz Kaumin mengingatkan pentingnya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak tobat, serta memohon ampunan atas segala kesalahan. Ibadah ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi bumi serta seluruh makhluk hidup.
Perubahan iklim merujuk pada perubahan drastis yang terjadi pada suhu, curah hujan, pola angin, dan efek-efek lainnya, seperti peningkatan suhu bumi yang disebut global warming atau pemanasan global. Para aktivis dan ilmuwan bahkan Al Quran telah mengingatkan kita bahwa perubahan ini terjadi karena ulah tangan manusia.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar Rum: 41).
Namun, kita harus menyadari bahwa agama sebenarnya dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun kesadaran ekologis, yaitu kesadaran untuk merawat lingkungan di mana kita hidup. Agama bisa menjadi kekuatan transformasi kesadaran massa dan instrumen edukasi publik yang efektif jika dipahami dan dibingkai dengan benar.
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
Salah satu dampak dari adanya perubahan iklim ialah bumi jadi terasa lebih mendidih, sehingga menimbulkan kekeringan di banyak tempat. Kita semua tahu bahwa musibah kekeringan adalah salah satu ancaman serius yang menghadang kita saat ini.
Ketika tanah menjadi kering, air menjadi langka, pertanian terganggu, dan kehidupan manusia dan makhluk lainnya terancam. Ini adalah ujian dari Allah yang harus kita hadapi dengan kesabaran dan usaha. Satu hal yang penting ialah melakukan muhasabah massal.
Musibah kekeringan yang menimpa kita saat ini, boleh jadi akibat banyaknya perilaku-perilaku yang melanggar perintah Agama yang pernah kita lakukan. Hal ini mungkin teguran dari Allah Swt agar kita senantiasa menjauhi perbuatan-perbuatan berdosa seperti maksiat, berjudi, mabuk-mabukkan, berzina, melakukan praktek riba, menduakan Allah, dan lain sebagainya.
Musibah kekeringan ini tidak hanya akibat dari dosa-dosa teologis, mungkin juga akibat langsung dari dosa-dosa ekologis. “Dosa ekologis” adalah tindakan atau perilaku manusia yang merusak atau mengancam lingkungan alam dan ekosistem bumi. Seperti menebang pohon sembarangan, merusak lingkungan secara membabi-buta, mencemari udara dengan asap rokok dan kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.
Ketika kita merusak alam, kita juga merusak diri kita sendiri dan generasi yang akan datang. Kita melihat akibatnya saat ini dalam bentuk musibah kekeringan dan perubahan iklim yang semakin ekstrim. Ini adalah peringatan bagi kita semua untuk berhenti dan merenungkan tindakan kita.
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
Mari kita ambil pelajaran dari musibah kekeringan yang kita alami saat ini. Mari kita berkomitmen untuk menjauhi dosa ekologis dan merawat bumi ini dengan lebih baik. Karenanya marilah kita meminta ampunan kepada Allah Swt.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Artinya : Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi (QS. Al Araf: 23).
Selain meminta ampun kepada Allah, kita bisa melakukan hal-hal sederhana seperti mengurangi limbah plastik, menghemat air, dan menjaga kebersihan lingkungan. Penting bagi kita untuk mengambil tindakan sekarang karena masa depan kita dan generasi mendatang bergantung pada bagaimana kita menjaga bumi ini. Semoga Allah memberi kita kebijaksanaan dan kekuatan untuk melaksanakan tugas ini dengan baik.